PLN Catat Lonjakan Penggunaan SPKLU Lebih dari 4 Kali Lipat Pasca Arus Mudik Lebaran 2025

Peningkatan signifikan dalam penggunaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) telah menjadi sorotan utama, terutama setelah arus mudik Lebaran 2025. PT PLN (Persero) mencatat lonjakan penggunaan SPKLU yang mencapai 4,14 kali lipat selama periode siaga Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah (H). Hal ini sejalan dengan peningkatan konsumsi listrik kendaraan listrik yang juga mengalami kenaikan lebih dari empat kali lipat jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Statistik Penggunaan SPKLU yang Meningkat Drastis
Selama periode 12 hingga 31 Maret 2026, frekuensi pengisian daya mencapai angka 303.234 transaksi. Angka ini jauh melampaui 73.161 transaksi yang tercatat pada periode serupa di tahun sebelumnya. Demikian pula, konsumsi listrik untuk pengisian kendaraan listrik selama periode ini tercatat sebesar 7,16 juta kilowatt hour (kWh), meningkat dari 1,75 juta kWh pada tahun 2025. Lonjakan ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam penggunaan kendaraan listrik di tengah masyarakat.
Peran Posko Nasional Sektor Energi
Capaian luar biasa ini merupakan bagian dari keberhasilan Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam mengelola kelancaran arus mudik dan balik Lebaran. Posko ini berfungsi untuk memastikan keandalan pasokan energi nasional selama periode yang padat tersebut.
Pernyataan dari Kementerian ESDM
Yudhiawan Wibisono, Inspektur Jenderal Kementerian ESDM, menjelaskan bahwa Posko Nasional RAFI 2026, yang berlangsung dari 12 Maret hingga 31 Maret 2026, telah memainkan peran yang sangat penting dalam kelancaran mobilitas jutaan masyarakat Indonesia selama Lebaran. Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat.
Pengakuan atas Kinerja Tim Posko
“Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada tim Posko beserta seluruh jajaran sektor energi terkait di sektor ESDM dalam melaksanakan Posko Nasional sektor ESDM ini. Posko bukan hanya sekadar pusat pengendalian tetapi juga wujud nyata dari komitmen pemerintah dalam menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat selama Hari Raya Idulfitri,” ungkap Yudhiawan pada acara Penutupan dan Konferensi Pers Posko Nasional Sektor ESDM Ramadan dan Idulfitri 1447 H, yang berlangsung di Gedung Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Jakarta, pada 31 Maret.
Peningkatan Adopsi Kendaraan Listrik
Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN, menyatakan bahwa lonjakan penggunaan SPKLU mencerminkan meningkatnya adopsi kendaraan listrik di kalangan masyarakat, terutama pada saat mudik Lebaran. Hal ini menjadi indikator positif bahwa masyarakat mulai beralih ke solusi transportasi yang lebih ramah lingkungan.
Kepercayaan Masyarakat terhadap Kendaraan Listrik
“Lonjakan penggunaan SPKLU selama RAFI menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik. Hal ini tidak lepas dari kesiapan infrastruktur dan layanan yang kami hadirkan secara optimal selama periode mudik,” jelas Darmawan menambahkan.
Infrastruktur SPKLU yang Diperluas
PLN, bersama mitra, telah berhasil menghadirkan 4.769 unit SPKLU di 3.097 titik di seluruh Indonesia. Rata-rata jarak antar SPKLU adalah sekitar 22 kilometer. Di jalur mudik utama seperti Trans Sumatra, Jawa, dan Bali, PLN telah menyediakan 1.681 unit SPKLU di 994 titik, yang meningkat sekitar 70 persen dibandingkan dengan Idulfitri tahun lalu.
Siaga untuk Kebutuhan Darurat
Untuk menghadapi kemungkinan kebutuhan mendesak, PLN juga menyiagakan 15 unit SPKLU Mobile di lokasi strategis, terutama di area keluar tol. Dukungan ini juga melibatkan ribuan personel yang siap siaga dalam melayani masyarakat.
Peningkatan Kualitas Layanan
Selain memperluas infrastruktur, PLN juga berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan. Dengan melakukan modernisasi teknologi pengisian daya, beberapa SPKLU yang memiliki tingkat penggunaan tinggi telah ditingkatkan dari standard charging menjadi fast charging hingga ultra fast charging. Ini tentunya mempercepat proses pengisian daya bagi pengguna.
Pengembangan Ekosistem Digital
Penguatan layanan ini juga didukung oleh pengembangan ekosistem digital melalui fitur Electric Vehicle Digital Services (EVDS) pada aplikasi PLN Mobile. Fitur ini memudahkan pengguna dalam mengakses layanan SPKLU secara terintegrasi dan efisien.
Fitur Pemudahan bagi Pengguna
PLN juga memperkenalkan fitur Trip Planner yang berguna untuk membantu pengguna merencanakan perjalanan. Fitur ini memberikan informasi mengenai lokasi SPKLU serta ketersediaan konektor. Selain itu, ada juga fitur AntreEV yang memungkinkan pengguna untuk memantau antrean secara real time.
Transaksi yang Lebih Praktis
PLN mempermudah proses transaksi melalui sistem pembayaran elektronik EV-TAP yang kini tersedia di sejumlah SPKLU di jalur mudik Trans Jawa. Hal ini membuat proses pengisian daya menjadi lebih cepat, praktis, dan tanpa hambatan.
“Kami akan terus memperkuat infrastruktur dan layanan kendaraan listrik agar masyarakat semakin nyaman beralih ke energi bersih,” tutup Darmawan, menegaskan komitmen PLN untuk mendukung transisi menuju kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan.





